|
Translations
GEREJA
ATAU KITAB SUCI
BAGIAN I
Sahabat-sahabatku
yang terkasih dalam Kristus: Dari perkataan Sang Penebus kita, telah
dibuktikan kepadamu, bahwa Iman adalah penting bagi keselamatan,
dan tanpa Iman tidak ada keselamatan; tanpa Iman adalah hukuman
abadi. Bacalah Kitab Suci Protestanmu, St. Markus bab 16, dan kamu
akan menemukannya disana berkata lebih keras daripada yang ada dalam
Kitab Suci Katolik.
Nah, sekarang,
Iman macam apa yang harus dimiliki oleh seseorang untuk dapat diselamatkan?
Apakah sembarang Iman menyelamatkan? Bila sembarang Iman menyelamatkan,
Iblis sendiripun akan diselamatkan, karena Kitab Suci berkata bahwa
Iblispun percaya serta gentar.
Oleh karena
itu, bukanlah soal perbedaan agama yang dianut oleh seseorang; tetapi
seseorang haruslah menganut agama yang sejati dan benar, dan tanpa
hal ini tiada harapan akan keselamatan, karena dapatlah kita mengerti
sahabat-sahabatku, bahwa jika Tuhan menyatakan sesuatu atau mengajarkan
sesuatu, Ia ingin untuk dipercayai. Tidak mempercayai adalah menghina
Tuhan. Mempertanyakan perkataan-Nya, atau percaya tetapi mempertanyakan
dan secara terpaksa, adalah suatu penghinaan bagi Tuhan, karena
mempertanyakan perkataan-Nya yang Suci. Maka, kita haruslah percaya
tanpa mempertanyakan, tanpa rasa terpaksa.
Saya sudah
mengatakan, diluar Gereja Katolik tidak ada Iman yang Illahi. Tidak
mungkin ada Iman yang Illahi diluar Gereja Katolik. Beberapa teman-temanku
Protestan akan terkejut mendengar pernyataan ini, mendengar saya
berkata bahwa diluar Gereja Katolik tidak ada Iman yang Illahi,
dan tanpa Iman tiada keselamatan, tetapi kebinasaan/hukuman abadi.
Saya akan membuktikan semua yang telah saya katakan.
Saya telah
berkata bahwa diluar Gereja Katolik tidak mungkin ada Iman yang
Illahi. Apa itu Iman yang Illahi? Yaitu bila kita percaya sesuatu
atas kuasa Tuhan, dan mempercayainya tanpa mempertanyakan, tanpa
rasa terpaksa. Nah, semua saudara-saudara kita yang terpisah dari
Gereja Katolik membuat penafsiran pribadi atas Kitab Suci sebagai
pembimbingnya; tetapi penafsiran pribadi terhadap Kitab Suci tidak
pernah memberi mereka Iman yang Illahi.
Anggaplah bahwa
ada seorang Presbyterian; dia membaca Kitab Sucinya; dari hasil
membaca Kitab Sucinya itu dia sampai pada suatu kesimpulan bahwa
Yesus Kristus adalah Tuhan. Nah sekarang, kamu tahu ini adalah hal
terpenting dari seluruh ajaran Kristiani, dasar dari seluruh Kristianitas.
Dari membaca Kitab Sucinya dia sampai pada suatu kesimpulan bahwa
Yesus Kristus adalah Tuhan; dan orang ini adalah orang yang baik,
seorang yang terpelajar, dan bukanlah orang yang jahat. Dan orang
ini berkata: "Inilah tetanggaku seorang Unitarian, yang sama
baik dan terpelajarnya seperti saya, sama jujurnya, sama pintarnya,
dan sama-sama rajin berdoa seperti saya, dan dari membaca Kitab
Suci, dia sampai pada suatu kesimpulan bahwa Kristus sama sekali
bukanlah Tuhan. Nah," katanya, "menurut pemikiran dan
pendapatku yang terbaik, saya benar, dan tetanggaku si Unitarian
salah; tetapi bagaimanapun juga," katanya, "mungkin saya
salah! Barangkali saya tidak benar mengartikan arti teks tersebut,
dan bila saya salah, mungkin dia yang benar; tapi, menurut pendapat
dan pemikiranku yang terbaik, sayalah yang benar dan dialah yang
salah."
Dengan dasar
apakah orang ini percaya? Dengan kuasa apa? Dengan pemikiran dan
pendapatnya pribadi. Dan apakah itu artinya? Sebuah pendapat manusia,
pernyataan manusia, yaitu iman manusia. Dia tidak dapat berkata
dengan seyakin-yakinnya, "Saya sungguh yakin, benar-benar yakin,
seyakin bahwa ada Tuhan didalam surga, bahwa inilah arti dari teks
tersebut." Maka, dia tidak mempunyai kuasa lain kecuali pemikiran
dan pendapatnya pribadi, dan apa yang telah dikatakan oleh pendeta
kepadanya. Tapi si pendeta adalah orang yang pintar. Tetapi banyak
juga pendeta-pendeta Unitarian yang pintar, dan hal itu tidak membuktikan
apapun; ini hanyalah kuasa manusia, tiada yang lain, ini hanyalah
iman terhadap manusia. Apa itu iman terhadap manusia? Mempercayai
sesuatu atas dasar pernyataan manusia. Iman Illahi adalah mempercayai
sesuatu atas dasar pernyataan dari Tuhan.
BAGIAN II
Umat Katolik
memiliki Iman yang Illahi, kenapa? Karena Katolik berkata: "Aku
percaya akan hal ini dan hal itu." Mengapa? "Karena Gereja
mengajarkanku untuk mempercayainya." Dan mengapa kamu percaya
terhadap Gereja? "Karena Tuhan telah memerintahkanku untuk
percaya pada ajaran Gereja; dan Tuhan telah mengancamku dengan hukuman
abadi bila aku tidak percaya kepada Gereja, dan kami diajarkan oleh
St. Petrus, dalam Injilnya, bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci
tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sehingga orang-orang
yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya memutarbalikkannya
menjadi kebinasaan mereka sendiri.
Ini adalah
kata-kata yang keras, saudara-saudaraku, tetapi inilah kata-kata
St. Petrus, pemimpin dari para Rasul. Mereka yang tidak memahaminya
dan yang tidak teguh imannya memutarbalikkan Kitab Suci menjadi
kebinasaan mereka sendiri! Tetapi, bagaimanapun juga Kitab Suci
adalah sabda Allah, sumber inspirasi; begitulah sedikitnya, bila
kamu memiliki Kitab Suci yang benar, seperti kami umat Katolik memilikinya,
dan kalian Protestan tidak memilikinya.
Tetapi, teman-teman
Protestanku yang terkasih, janganlah tersinggung kepadaku karena
berkata seperti itu. Pendeta-pendetamu yang paling terpelajar sendirilah
yang berkata demikian, dan beberapa dari mereka telah menulis berjilid-jilid
banyaknya guna membuktikan bahwa terjemahan bahasa Inggris, yang
kalian miliki tersebut, adalah terjemahan yang benar-benar gagal
dan salah.
Sekarang, saya
berkata bahwa Kitab Suci yang sesungguhnya adalah seperti yang dimiliki
oleh Katolik, yaitu Biblia Vulgata; dan sebagian besar dari kaum
Protestan yang paling terpelajar pun setuju bahwa Biblia Vulgata,
yang selalu dipakai oleh Gereja Katolik, adalah yang terbaik; dan
oleh sebab itu, seperti yang kalian dengar sendiri, jika saya berkotbah
saya mengutip kata-kata tersebut dalam bahasa Latin, karena teks
Latin dari Biblia Vulgata adalah terjemahan yang terbaik.
BAGIAN III
Sekarang, kami
dapat berkata bahwa umat Katolik menerima Sabda Allah, yang merupakan
sumber inspirasi; dan oleh karena itu, kami dapat yakin bahwa kami
memiliki sabda Allah; tetapi, saudaraku yang terkasih, sesuatu yang
terbaik dapat diperlakukan secara salah, sesuatu yang terbaik sekalipun.
Maka, Sang Penebus kita telah memberikan kepada kita seorang guru
yang hidup, yang akan memberi kita arti sesungguhnya dari Kitab
Suci.
Dan Dia telah
menyediakan seorang guru yang tidak dapat sesat; dan hal ini sungguh-sungguh
penting, karena tanpa hal ini, tanpa ketidak dapat sesatan kita
tidak pernah dapat yakin akan Iman kita. Haruslah ada suatu ketidakdapat-sesatan;
seperti yang bisa kita lihat dalam setiap pemerintahan yang baik,
di tiap pemerintahan, di Inggris, di Amerika Serikat, dan di semua
negara, kerajaan maupun republik, disana terdapat sebuah Konstitusi
dan sebuah hukum tertinggi.
Tetapi kamu
tidaklah bebas mengartikan Konstitusi maupun Hukum Tertinggi seperti
yang kamu anggap cocok dan pas, karena bila begitu tidak akan ada
lagi hukum bila setiap orang diijinkan menjelaskan hukum serta Konstitusi
menurut penafsirannya sendiri.
Karena itu,
di setiap pemerintahan terdapat sebuah Hakim Agung dan Mahkamah
Agung, dan kepada hakim agung diajukanlah segala pengertian yang
berbeda mengenai hukum dan Konstitusi. Oleh keputusan-keputusan
hakim agung semua harus tunduk, dan bila mereka tidak taat pada
keputusan hakim agung, maka saudaraku yang terkasih, tidak akan
ada hukum lagi, tetapi anarki, ketidaktaatan serta kekacauan.
Nah, coba untuk
saat ini anggaplah bahwa Sang Penebus tidak begitu pintar dibandingkan
dengan pemerintahan manusia, bahwa Dia tidak menyediakan sesuatu
untuk memahami Konstitusi serta Hukum-Nya bagi Jemaat Tuhan. Bila
Dia tidak menyediakannya, maka saudaraku yang terkasih, Gereja Katolik
tidak akan pernah berdiri sebagaimana dia telah berdiri selama ini
sejak seribu delapan ratus lima puluh empat tahun yang lalu. Dia
telah mendirikan Mahkamah Agung, Hakim Agung dalam Gereja Allah
yang hidup.
BAGIAN IV
Baik pihak
Protestan maupun Katolik, keduanya sama-sama mengakui, bahwa Kristus
telah mendirikan sebuah jemaat; dan, anehnya, bahwa semua teman-temanku
Protestan mengakuinya juga, bahwa Dia telah membangun sebuah jemaat,
hanya satu jemaat, karena, setiap kali Kristus berbicara tentang
jemaat-Nya, selalu hanya satu. Para pembaca Kitab Suci, ingatlah
hal ini; teman-temanku Protestan, perhatikanlah. Dia berkata: "Dengarkanlah
jemaat," dan bukan "Dengarkanlah jemaat-jemaat."
"Aku telah mendirikan jemaat-Ku diatas batu karang," dan
bukannya jemaat-jemaat-Ku.
Setiap saat
Ia berbicara, apakah itu mengenai atau perumpamaan tentang jemaat-Nya,
Ia selalu menyatakan sebagai yang satu, satu kebersamaan, satu kesatuan.
Ia berbicara
tentang jemaat-Nya seperti sebuah kawanan domba, dimana hanya ada
satu gembala, yang merupakan kepalanya, dan domba-domba tersebut
mengikuti perintahnya; "domba-domba lain aku punya yang bukan
merupakan kawanan dombaku." Lihatlah, hanya satu kawanan. Ia
berbicara tentang jemaat-Nya seperti sebuah kerajaan, dimana hanya
ada satu raja yang memerintah seluruh kerajaan; berbicara tentang
jemaat-Nya seperti sebuah keluarga dimana hanya ada satu bapa sebagai
kepalanya; berbicara tentang jemaat-Nya seperti sebuah pohon, dan
cabang-cabang pohon tersebut bersatu dengan batangnya, dan batangnya
dengan akarnya; dan Kristus adalah akarnya, dan batangnya adalah
Petrus serta para Paus, dan cabang-cabang yang besar adalah para
uskup, lalu cabang-cabang yang lebih kecil adalah para imam, dan
buah-buah dari pohon tersebut adalah kaum beriman diseluruh dunia;
dan cabang, kata-Nya, yang terpisah dari pohonnya akan menjadi kering,
tidak menghasilkan buah, dan hanya cocok untuk dibuang kedalam api,
yaitu, kebinasaan.
Kata-kata ini
jelas, saudaraku yang terkasih; tetapi tidak ada gunanya dalam menyatakan
Kebenaran. Saya ingin berbicara tentang Kebenaran kepadamu, sama
seperti para Rasul memberitakannya dahulu kala, tiada keselamatan
diluar Gereja Tuhan kita Yesus Kristus.
BAGIAN V
Nah sekarang,
Gereja yang manakah itu? Saat ini terdapat tiga ratus lima puluh
gereja-gereja Protestan yang berbeda, dan hampir setiap tahun bertambah
satu atau dua gereja lain; dan diluar jumlah ini terdapat Gereja
Roma Katolik.
Sekarang, yang
manakah diantara gereja-gereja yang berlainan tersebut adalah Gereja
yang satu dari Tuhan dan penebus kita Yesus Kristus? Mereka semua
menyatakan diri sebagai Gereja Yesus.
Tapi, sahabatku
yang terkasih, adalah bukti bahwa tidak ada gereja yang dapat menjadi
Gereja Yesus kecuali dia yang dibangun sendiri oleh Yesus. Dan kapankah
Yesus membangun Gereja-Nya (jemaat-Nya)? Kapan? Saat Dia ada diatas
bumi ini. Dan berapa-lamakah dari saat ini ketika Kristus ada diatas
bumi? Kalian tahu bahwa jaman kita ini menggunakan tanggal yang
berpatokan pada Kristus. Dia dilahirkan berabad-abad yang lalu.
Ini adalah satu bukti historis yang diterima oleh semua pihak. Dia
hidup di dunia tiga puluh tiga tahun lamanya. Itu sekitar sembilan
belas abad sebelum jaman kita ini. Itulah saatnya ketika Kristus
mendirikan jemaat-Nya dimuka bumi. Maka dari itu, setiap Gereja,
yang tidak berdiri selama itu, bukanlah Gereja yang didirikan oleh
Yesus Kristus, tetapi merupakan suatu institusi buatan dari satu
atau beberapa orang; bukan dari Tuhan, bukan dari Kristus, tetapi
dari manusia.
Nah, dimanakah
Gereja, manakah Gereja yang sudah berdiri selama itu? Semua sejarah
memberitahukan kepadamu bahwa itu adalah Gereja Katolik; Dia, dan
hanya dialah diantara seluruh denominasi/sekte Kristiani diatas
muka bumi ini, yang telah berdiri selama itu. Saya katakan, semua
sejarah, menerima pernyataan akan hal ini; bukan hanya sejarah Katolik,
tetapi sejarah kafir, sejarah Yahudi, dan sejarah Protestan, secara
tidak langsung.
Sejarah, dari
segala bangsa, menerima pernyataan bahwa Gereja Katolik adalah yang
tertua, yang pertama; adalah satu-satunya yang didirikan sendiri
oleh Tuhan dan Penebus kita Yesus Kristus.
Bukan hanya
seluruh sejarah, tetapi semua peninggalan masa lalu membenarkan
pernyataan ini, dan segala bangsa di bumi menyatakannya. Panggilah
seorang pendetamu dan tanyailah dia manakah gereja yang pertama
kalinya, gereja Kristen yang pertama. Apakah itu gereja Presbyterian,
Episcopalian, Gereja Inggris, Methodist, Universalist atau Unitarian?
Dan mereka semua akan menjawabmu bahwa itu adalah Gereja Katolik.
Akan tetapi,
sahabatku yang terkasih, bila kamu mengakui bahwa Gereja Katolik
adalah yang pertama dan tertua, Gereja yang didirikan sendiri oleh
Kristus, lalu mengapakah kamu tidak seorang Katolik? Terhadap hal
ini mereka menjawab bahwa Gereja Katolik telah terkorupsi; telah
jatuh dalam kesesatan, dan bahwa karena itulah, perlu untuk mendirikan
sebuah gereja baru. Sebuah gereja baru, sebuah agama baru.
Dan terhadap
hal ini kami menjawab: bila Gereja Katolik dahulu pernah menjadi
Gereja yang benar, maka ia pun saat ini benar, dan akan tetap merupakan
Gereja Tuhan yang benar hingga akhir jaman, atau Yesus Kristus telah
menipu kita semua.
Dengarkanlah
aku, Yesus, dengarkanlah apa yang aku katakan! Aku berkata bahwa
jika Gereja Katolik saat ini, di abad ke sembilanbelas, adalah bukan
Gereja Tuhan yang benar sama seperti ia 1854 tahun yang lalu, maka
aku berkata, Yesus, Engkau telah menipu kami, dan Engkau adalah
seorang pembohong! Dan bila aku tidak berkata yang sebenarnya, Yesus,
ambillah nyawaku di mimbar ini, biarlah aku mati di mimbar ini,
karena aku tidak mau menjadi seorang pengkhotbah agama yang sesat!
BAGIAN VI
Saya akan membuktikan
semua yang telah saya katakan. Bila Gereja Katolik dahulu pernah
menjadi Gereja Tuhan yang benar, seperti yang dinyatakan oleh semua
orang, maka ia adalah Gereja yang benar juga saat ini, dan akan
tetap menjadi Gereja Tuhan yang benar hingga akhir jaman, karena
Kristus telah berjanji bahwa alam maut tidak akan mampu menguasainya.
Dia berkata bahwa Dia telah mendirikannya diatas batu karang, dan
bahwa alam maut tidak akan dapat menguasainya.
Sekarang, saudaraku
yang terkasih, bila Gereja Katolik telah jatuh dalam kesesatan,
maka alam maut telah menguasainya; dan bila alam maut telah menguasainya,
Kristus tidaklah menepati janjinya, maka Dia telah menipu kita,
dan bila Dia telah menipu kita, maka Dia adalah seorang pembohong!
Bila Dia seorang pembohong, maka Dia bukanlah Tuhan, dan bila Dia
bukanlah Tuhan, maka seluruh Kekristenan adalah suatu tipuan.
Kembali, dalam
St. Matius, bab 28 ayat sembilanbelas dan duapuluh, Sang Penebus
kita berkata kepada para Rasulnya: "Pergilah, dan ajarlah segala
bangsa, baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus,
ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan
kepadamu." "Dan ketahuilah," Kata-Nya: "Aku
menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir jaman."
Maka, Kristus
sungguh-sungguh berjanji bahwa Dia akan bersama dengan jemaat-Nya
hingga ke akhir jaman. Tetapi Kristus tidaklah dapat bersama dengan
Jemaat yang mengajar kesesatan, atau kebohongan, atau kesalahan.
Oleh karena itu, bila Gereja Katolik telah jatuh dalam kesesatan
dan kesalahan, seperti yang dikatakan oleh saudaraku Protestan,
maka Kristus pasti telah meninggalkannya; bila demikian, maka Kristus
telah melanggar janji-Nya; bila Dia telah melanggar janji-Nya Dia
adalah seorang yang bersumpah palsu, dan tidak ada Kekristenan sama
sekali. Kembali, Sang Penebus kita (dalam St. Yohanes, bab 14) telah
berjanji bahwa Dia akan mengirimkan kepada jemaat-Nya Roh kebenaran,
untuk tinggal bersama dengan mereka selama-lamanya. Maka, bila Roh
Kudus, Roh Kebenaran, mengajarkan Jemaat segala kebenaran, dan mengajar
jemaat segala kebenaran untuk selamanya, maka tidak akan pernah,
dan tidak dapat terjadi, satu kesesatanpun di dalam Gereja Tuhan,
karena dimana seluruhnya adalah kebenaran, tidak ada kesesatan sama
sekali.
Kristus telah
berjanji bahwa Dia akan mengirimkan bagi jemaat-Nya Roh Kebenaran,
yang akan mengajarkan segala kebenaran untuk selamanya; maka dari
itu, tidak pernah terjadi satu kesesatanpun di dalam Gereja Tuhan,
atau Kristus telah gagal dalam janjinya bila hal tersebut sampai
terjadi.
Kembali, Kristus
memerintahkan kita untuk mendengar dan percaya segala ajaran Jemaat
dalam segala hal, sepanjang masa serta dimana saja. Dia tidak berkata
dengarkanlah Jemaat selama seribu tahun atau selama seribu limaratus
tahun, tetapi dengarkanlah jemaat, tanpa batas apapun, tanpa kondisi
apapun, atau dalam batas waktu tertentu. Artinya adalah, untuk sepanjang
masa; untuk segala hal hingga ke akhir jaman, dan mereka yang tidak
mendengarkan perkataan Jemaat, pandanglah mereka, kata Kristus,
sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut
cukai. Karena itu, Kristus berkata bahwa mereka yang menolak untuk
mendengarkan Jemaat haruslah dipandang sebagai seorang yang tidak
mengenal Allah. Dan apakah itu seorang yang tidak mengenal Allah?
Yaitu seseorang yang tidak menyembah Tuhan yang benar; dan seorang
pemungut cukai dalam masyarakat adalah seorang pendosa. Kata-kata
ini sangat keras. Dapatkah Kristus memerintahkanku untuk mempercayai
Jemaat bila Jemaat dapat membuatku tersesat, dapat membimbingku
ke dalam kesesatan? Bila ajaran Gereja dapat sesat, dapatkah Dia,
Tuhan segala Kebenaran, memerintahkanku tanpa kondisi apapun atau
batasan apapun untuk mendengarkan dan percaya segala ajaran Jemaat
yang telah didirikan-Nya?
Kembali: Sang
Penebus kita memerintahkan saya untuk mendengar dan percaya segala
ajaran Jemaat sama halnya seperti bila Dia sendiri yang berbicara
kepada kita. "Mereka yang mendengarkan kamu," Kata-Nya,
kepada para Rasul, "mendengarkan Aku, dan mereka yang menolak
kamu menolak Aku." Karena itu, bila saya percaya apa yang Jemaat
ajarkan, saya percaya apa yang Tuhan ajarkan. Bila saya menolak
apa yang Jemaat ajarkan saya menolak apa yang Tuhan ajarkan.
Maka, Kristus
telah membuat Jemaat sebagai alat dimana Dia berbicara kepada manusia,
dan sungguh-sungguh menyatakan kepada kita bahwa kita harus percaya
ajaran Jemaat sama seperti bila Dia sendiri yang berbicara kepada
kita.
Karena itu,
kata St. Paulus, dalam suratnya kepada Timotius, "Jemaat adalah
dasar kebenaran", artinya, fondasi yang kuat, "dan tiang
penopang." Copotlah dasar atau fondasi dari suatu konstruksi,
dan konstruksi tersebut akan roboh; dan seperti tiang-tiang yang
menyangga atapnya; singkirkanlah tiang tersebut dan atapnya pun
akan jatuh; maka St. Paulus berkata, "Jemaat adalah tiang penopang
dan dasar kebenaran," dan pada saat kamu menyingkirkan kuasa
dari Jemaat Tuhan, kamu membawa segala jenis ajaran sesat serta
penghinaan. Tidakkah kalian melihat hal ini?
BAGIAN VII
Di abad ke
enam belas Protestanisme menyingkirkan otoritas/kuasa Jemaat dan
mendukung penafsiran pribadi tiap orang terhadap Kitab Suci, dan
apakah konsekuensi/akibatnya? Agama yang satu diatas agama yang
lainnya, Gereja yang satu diatas Gereja lainnya, bermunculan, dan
kemunculan gereja-gereja baru ini tidak pernah berhenti sampai saat
ini. Sewaktu saya menjalankan misi di Flint, Michigan, saya mengundang,
sama seperti disini, saudara-saudara Protestan untuk bertemu dan
bertatap muka dengan saya. Seorang laki-laki yang baik dan terpelajar
datang kepada saya dan berkata demikian:
"Saya
akan menggunakan kesempatan ini untuk berdiskusi denganmu."
"Anggota
dari Gereja manakah engkau, saudaraku," kata saya.
"Saya
anggota Gereja dari Duabelas Rasul," katanya.
"Ha! Ha!"
kata saya, "Saya juga anggota Gereja tersebut. Tetapi, coba
katakan, dimanakah Gerejamu didirikan?"
"Di Terre
Haute, Indiana," katanya.
"Siapa
yang mendirikan Gereja tersebut, dan siapakah kedua belas Rasul
tersebut, saudaraku?" kata saya.
"Mereka
adalah duabelas orang petani," katanya; "kami semua berasal
dari Gereja yang sama, Presbyterian, tetapi kami berselisih faham
dengan pendeta kami, lalu memisahkan diri dari mereka, dan mendirikan
sebuah Gereja baru."
"Dan itulah,"
kata saya, "itulah keduabelas rasulmu, duabelas orang petani
dari Indiana! Gerejamu didirikan sekitar tigapuluh tahun yang lalu."
Beberapa tahun
yang lalu, saat saya berada di Terre Haute, saya bertanya kepada
seseorang untuk menunjukkan letak Gereja Duabelas Rasul. Saya lalu
dibawa ke sebuah jendela dan orang itu menunjukkannya kepadaku,
"tetapi gereja itu tidak ada lagi sekarang," kata orang
tersebut, "tempat itu sekarang menjadi toko pembuat kereta."
Kembali, St.
Paulus, dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, berkata: "Tetapi
sekalipun kami para Rasul atau seorang malaikat dari sorga datang
memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang
telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia." Itu adalah
kata-kata dari St. Paulus, karena, saudara-saudaraku yang terkasih,
agama harus datang dari Tuhan, bukan dari manusia. Tidak ada manusia
yang mempunyai hak untuk mendirikan sebuah agama; tidak ada manusia
yang mempunyai hak untuk mendikte orang lain apa yang harus mereka
percayai dan apa yang harus mereka lakukan untuk menyelamatkan jiwanya.
Agama harus datang dari Tuhan, dan setiap agama yang tidak didirikan
oleh Tuhan adalah sebuah agama yang sesat, sebuah institusi manusia,
dan bukan institusi dari Tuhan; dan karena itulah St. Paulus berkata
dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, "Tetapi sekalipun
kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu
suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan
kepadamu, terkutuklah dia."
BAGIAN VIII
Kalian lihat,
saudaraku yang terkasih, dari teks Kitab Suci saya telah mengutip
bahwa, bila Gereja Katolik pernah menjadi Gereja Tuhan yang benar,
maka dia saat ini pun adalah Gereja yang benar.
Kamu juga telah
melihat dari apa yang telah saya katakan bahwa Gereja Katolik adalah
institusi dari Tuhan, dan bukan berasal dari manusia, dan ini adalah
sebuah fakta/kenyataan, sebuah fakta sejarah, dan tidak ada fakta
sejarah yang begitu didukung, begitu terbukti, bahwa Gereja Katolik
adalah yang pertama, Gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus.
Maka, sama
halnya, juga sebuah fakta sejarah bahwa seluruh gereja Protestan
adalah institusi dari manusia, tiap-tiap gereja tersebut. Dan saya
akan memberitahukan kepadamu kapan, serta nama-nama dari para pendiri
gereja tersebut.
Di tahun 1520,
386 tahun yang lalu, Protestan yang pertama lahir di dunia. Sebelum
saat ini tidak ada seorangpun Protestan di dunia, tidak ada satupun
di seluruh muka bumi ini; dan orang tersebut, seperti yang dikatakan
oleh seluruh sejarah kepada kita, adalah Martin Luther, yang dahulunya
adalah seorang Imam Katolik, yang berpisah dari Gereja karena kesombongannya,
dan menikahi seorang suster. Dia di ekskomunikasi dari Gereja, diputuskan,
dilenyapkan, dan membuat sebuah agama baru miliknya sendiri.
Sebelum Martin
Luther tidak ada satupun Protestan di dunia; dia adalah yang pertama
yang menciptakan standar pemberontakan dan revolusi melawan Gereja
Tuhan. Dia berkata pada para pengikutnya bahwa mereka harus menjadikan
Kitab Suci sebagai pembimbing mereka, dan mereka melakukan hal tersebut.
Tetapi tidak lama kemudian mereka berselisih faham dengannya, Zwingli,
dan beberapa orang lainnya, lalu mereka masing-masing mulai mendirikan
sebuah agama baru miliknya sendiri.
Setelah para
pengikut Martin Luther muncullah John Calvin, yang di Jenewa mendirikan
agama Presbyterian, dan sejak saat itu, hampir semua agama-agama
tersebut menggunakan nama para pendirinya.
Saya bertanya
kepada saudaraku Protestan, "Mengapa kamu seorang Lutheran,
sahabatku?"
"Well,"
katanya, "karena saya percaya pada ajaran Martin Luther."
Nah, bukan
pada Kristus, tetapi pada manusia, Martin Luther. Dan orang seperti
apakah Martin Luther itu? Seorang yang telah mengingkari janjinya
yang resmi yang diucapkannya dihadapan altar Tuhan, saat pentahbisannya,
untuk selalu hidup suci dan tidak menikah. Dia mengingkari janji
sucinya, dan menikahi Suster Catherine, yang juga mengucapkan janji
kesucian yang sama. Dan inilah pendiri pertama dari Protestanisme
di dunia. Mereka yang mengetahuinya menyebutnya tidak lain adalah
Martin Luther.
Maka, Presbyterian
kadang-kadang disebut sebagai Calvinist karena mereka berasal, atau
percaya pada ajaran dari John Calvin.
BAGIAN IX
Setelah mereka
muncullah Henry VIII. Dia seorang Katolik, dan mempertahankan agama
Katolik; dia menulis sebuah buku melawan Martin Luther untuk mempertahankan
doktrin/ajaran Katolik. Buku tersebut pernah saya lihat sendiri
di perpustakaan Vatikan di Roma beberapa tahun yang lalu. Henry
VIII mempertahankan agama Katolik, dan atas perbuatannya ini dia
mendapatkan gelar "Pembela Iman" dari Paus. Gelar ini
menurun kepada para penerusnya, dan sekarang disandang oleh Ratu
Victoria. Dia menikahi Catherine dari Aragon; tetapi disana di istananya
ada seorang pelayan yang melayani Ratu, namanya Ann Boleyn, seorang
wanita yang cantik, dan menarik penampilannya. Henry memutuskan
untuk memilikinya. Tetapi dia adalah seorang laki-laki yang sudah
menikah. Dia kemudian mengirimkan sebuah permintaan kepada Paus
agar diijinkan menikahi wanita ini, dan itu adalah sebuah permintaan
yang bodoh, karena Paus tidak memiliki kuasa untuk mengabulkan permintaan
tersebut. Paus serta semua uskup di dunia tidak dapat melawan kehendak
Tuhan. Kristus berkata: "Bila seorang laki-laki meninggalkan
istrinya dan menikahi wanita lain, ia berzinahan, dan dia yang menikahi
wanita yang ditinggalkan tersebut juga melakukan perzinahan."
Walaupun Paus
tidak mengabulkan permintaan Henry, dia tetap saja menikahi Ann
Boleyn, dan akhirnya di-ekskomunikasi dari Gereja.
Setelah beberapa
waktu lamanya ada seorang pelayan di istananya yang lebih cantik
lagi dari pelayan sebelumnya, lebih menawan dan menarik di mata
Henry, dan dia berkata bahwa wanita ini harus dimilikinya juga.
Dia pun mengawini isrinya yang ke tiga, dan kemudian yang keempat,
kelima dan keenam. Nah, inilah pendiri Gereja Anglikan, Gereja Inggris.
Sahabat-sahabat
kami Episcopalian sekarang ini sedang berusaha keras untuk mendapatkan
nama Katolik, tetapi mereka tak akan pernah mendapatkannya. Mereka
menyadari bahwa Katolik adalah sebuah nama yang hebat, dan mereka
ingin memilikinya. Para Rasul berkata: "Aku percaya akan Roh
Kudus, Gereja Katolik yang kudus", mereka tidak pernah berkata,
akan Gereja Anglikan yang kudus. Orang-orang Anglikan menolak agamanya
sendiri, karena mereka berkata mereka percaya akan Roh Kudus, Gereja
Katolik yang kudus. Tanyailah mereka apakah mereka adalah Katolik,
dan mereka akan menjawab, "Ya, tetapi bukan Roma Katolik; kami
adalah Katolik Inggris." Apakah arti dari kata Katolik? Kata
ini berasal dari bahasa Yunani Catholicus, universal, tersebar di
seluruh dunia, dan dimana-mana sama. Nah sekarang, pertama-tama,
Gereja Anglikan tidak tersebar di seluruh dunia; dia hanya ada di
beberapa negara saja, dan umumnya hanya di negara yang menggunakan
bahasa Inggris. Yang kedua, mereka tidak sama diseluruh dunia, karena
saat ini ada empat gereja Anglikan yang berbeda; The Low Church,
the High Church, the Ritualist Church serta the Puseyite Church.
Catholicus berarti lebih dari ini, tidak hanya tersebar di seluruh
dunia dan dimanapun sama, tetapi lebih jauh lagi, ia berarti sepanjang
masa adalah sama, dari saat Kristus hingga hari ini. Lalu, mereka
belum ada sejak jaman Kristus. Tidak ada satupun Gereja Episcopalian
atau sebuah Gereja Anglikan sebelum Henry VIII. Gereja Katolik telah
ada seribu limaratus tahun sebelum Episcopalian muncul di dunia.
Setelah Episcopalian
gereja-gereja lain bermunculan. Kemudian datanglah Methodist, sekitar
seratus limapuluh tahun yang lalu. Dia didirikan oleh John Wesley,
yang dulunya adalah anggota Gereja Episcopalian; lalu kemudian bergabung
dengan Saudara-saudara Moravia (Moravian Brethren), tetapi tidak
menyukai kedua-duanya, dia lalu membangun agamanya sendiri, Gereja
Methodist.
Setelah John
Wesley beberapa yang lainnya bermunculan; dan akhirnya muncullah
Campbellites, sekitar enampuluh tahun yang lalu. Gereja ini didirikan
oleh Alexander Campbell, orang Skotlandia.
BAGIAN X
Nah, sekarang,
saudara-saudaraku yang terkasih, kamu mungkin berpikir bahwa perbuatan
"duabelas rasul" dari Indiana adalah sesuatu yang lucu,
tetapi mereka mempunyai hak yang sama untuk mendirikan sebuah gereja
sama seperti Henry VIII, atau Martin Luther atau John Calvin. Mereka
tidak mempunyai hak apapun, tidak juga Henry VIII, atau mereka-mereka
yang lainnya.
Kristus telah
mendirikan Jemaat-Nya/Gereja-Nya dan mengucapkan janji-Nya bahwa
Gereja-Nya akan bertahan hingga ke akhir jaman. Dia telah berjanji
bahwa Dia telah mendirikannya di atas batu karang, dan bahwa alam
maut tidak akan menguasainya, karena itu, saudaraku yang terkasih,
semua denominasi/sekte agama yang berlainan tersebut adalah buatan
manusia; dan saya bertanya kepadamu dapatkah seorang manusia menyelamatkan
jiwa sesamanya dengan segala institusi yang dapat dibuatnya? Tidakkah
seharusnya agama datang dari Tuhan?
Oleh karena
itu, saudara-saudaraku terkasih yang terpisah dari Gereja Katolik,
pikirkanlah hal ini secara serius. Kamu memiliki jiwa untuk diselamatkan,
dan jiwa tersebut harus diselamatkan atau binasa; pilihannya hanyalah,
jiwa tersebut akan tinggal bersama dengan Tuhan di dalam surga atau
bersama dengan iblis di neraka; karena itu, renungkanlah hal ini
baik-baik.
Ketika saya
bertugas di Brooklyn beberapa orang Protestan menjadi Katolik. Diantara
mereka terdapat seorang dari Virginia yang sangat terpelajar dan
pintar. Sebelumnya dia seorang Presbyterian. Sesudah dia mendengarkan
pengajaran saya dia pergi untuk menemui pendetanya, lalu dia bertanya
kepada pendeta itu untuk sejujur-jujurnya menjelaskan sebuah teks
Kitab Suci. Si pendeta memberikan arti teks tersebut. "Nah,
sekarang," kata laki-laki ini, "apakah Anda sungguh benar-benar
yakin bahwa inilah arti dari teks tersebut, karena beberapa orang
Protestan lain menyatakannya berbeda dengan Anda?" "Anak
mudaku yang terkasih," kata pendeta tersebut, "kita tidak
dapat pernah sungguh-sungguh yakin akan iman kita." "Kalau
begitu," kata laki-laki ini, "selamat tinggal: Bila saya
tidak dapat yakin akan iman saya dalam gereja Protestan, saya akan
pergi dimana saya bisa mendapatkannya." Dan kemudian dia menjadi
seorang Katolik.
Kami yakin
akan Iman kami dalam Gereja Katolik, dan bila Iman kami tidaklah
benar, Kristus telah menipu kami. Karena itu, saya meminta, saudaraku
terkasih yang terpisah dari Gereja Katolik, untuk membaca buku-buku
Katolik. Kamu telah begitu banyak membaca melawan Gereja Katolik,
sekarang bacalah sesuatu yang mendukung Gereja Katolik. Kamu tidak
akan pernah membuat penilaian yang adil jika kamu tidak mendengarkan
dari kedua belah sisi masalah tersebut.
Apakah pendapatmu
mengenai seorang hakim yang kepadanya dihadapkan seorang terdakwa
yang malang oleh seorang polisi. Setelah mendengarkan dakwaan-dakwaan
yang diajukan oleh polisi tersebut, tanpa mendengarkan pembelaan
si terdakwa, sang hakim memerintahkan si terdakwa untuk digantung?
"Berilah saya kesempatan berbicara," kata orang yang malang
itu, "dan saya akan membuktikannya. Saya tidak bersalah,"
kata orang itu. Si polisi mengatakan orang ini bersalah. "Biar
bagaimanapun, gantung saja dia," kata sang hakim. Apa yang
akan kamu katakan mengenai hakim tersebut? Seorang penjahat! Orang
yang tidak adil; kamu bersalah terhadap darah orang yang tak berdosa!
Tidakkah kamu akan berkata demikian? Tentu saja.
Nah sekarang,
saudaraku Protestan yang terkasih, hal inilah yang kalian lakukan
selama ini; kalian hanya mendengar dari sebelah pihak saja dan mengkritik
kami Katolik sebagai orang-orang yang tidak rasional, pergi dan
menyatakan dosa-dosanya kepada pastor; tetapi apalah bedanya seorang
pastor dari orang-orang lainnya? Sahabat-sahabatku yang terkasih,
apakah kalian telah mendengar dari sisi lainnya?
Tidak, kamu
tidak berpikir itu ada gunanya; tetapi inilah yang dilakukan oleh
orang-orang Yahudi terhadap Tuhan dan Penebus kita Yesus Kristus;
dan inilah yang dilakukan oleh orang-orang kafir serta Yahudi terhadap
para Rasul, pemimpin-pemimpin Jemaat, dan terhadap umat Kristiani
purba/dahulu kala.
Perkenankanlah
saya mengatakan kepadamu, sahabat-sahabatku, bahwa kalian telah
memperlakukan kami persis sama seperti yang dilakukan oleh orang-orang
Yahudi serta kafir terhadap Yesus Kristus dan para Rasul-Nya. Saya
sudah mengatakan hal-hal yang keras pada sore hari ini, tetapi bila
St. Paulus ada disini malam hari ini, di mimbar ini, dia akan berkata
hal-hal yang lebih keras lagi. Saya telah mengatakan hal ini, bukan
melalui hati yang jahat, tetapi melalui hati yang penuh cinta, dan
penuh dengan kasih, dengan harapan membuka mata kalian supaya jiwa
kalian dapat diselamatkan. Adalah karena kasih terhadap keselamatan
kalian, saudara-saudaraku Protestan, saya dengan sukarela mengorbankan
nyawaku, kasihku akan keselamatanmu lah yang menyebabkan saya berbicara
kepadamu hal-hal yang telah saya katakan tadi.
BAGIAN XI
"Kalau
begitu," kata sahabatku Protestan, "jika seseorang berpikir
bahwa dia benar akankah orang itu dapat sesat?" Coba kita misalkan
ada seorang di Ottawa, yang ingin pergi ke Chicago, tetapi dia menaiki
bus ke jurusan New York; ketika kondektur meminta tiketnya, kondektur
itu langsung berkata: "Kamu berada di dalam bus yang salah;
tiketmu untuk ke Chicago, tapi bus ini menuju ke New York."
"Ah," kata si penumpang itu, "saya merasa baik-baik
saja." "Perasaanmu tidak akan baik-baik saja di akhir
perjalanan ini," kata kondektur tersebut, "karena kamu
akan tiba di New York dan bukan di Chicago."
Kalian katakan
kalian merasa baik-baik saja, sahabat-sahabatku; perasaanmu itu
tidak akan membawamu ke surga; kalian harus juga melakukan yang
baik dan benar untuk itu. "Mereka yang melakukan kehendak Bapa-Ku,"
kata Yesus, "dialah yang akan diselamatkan." Ada jutaan
orang di neraka yang dahulu merasa baik-baik saja.
Kalian harus
berbuat yang baik, dan yakinlah kalian melakukannya dengan benar,
untuk dapat diselamatkan. Saya berterimakasih kepada sahabat-sahabatku
Protestan untuk kesediaannya hadir dalam pembicaraan yang kontroversial
ini. Saya harap saya tidak menyatakan apapun yang menyakitkan hati
Anda. Tentu saja, adalah omong kosong bagi saya bila tidak menyatakan
ajaran-ajaran Katolik.
Arnold Damen,
S.J.
Nihil Obstat:
T. L. Kinkead
Censor
Deputatus
Imprimatur:
Michael Augustine
Archbishop
of New York
Translated
to Bahasa Indonesia by the Indonesian Traditional Catholic Youth
Indonesia
main page
|